Jumat, 21 Juni 2013

Mother How Are You Today



Simple Past Tense

Pengertian Simple Past Tense

Simple past tense adalah suatu bentuk kata kerja sederhana untuk menunjukkan bahwa suatu kejadian terjadi dimasa lampau. Pada simple past tense, waktu kejadian (yesterday, last two days, last year) atau periode waktunya (for two months, for a day, for an hour) dapat disebutkan secara spesifik. Adapun simple past tense juga dapat digunakan untuk membentuk if conditional tipe 2

Rumus Simple Past Tense

Simple past tense dibentuk dari verb-2 (past tense) atau linking verb “be” (was, were). Apa itu verb-2? Verb-2 merupakan bare infinitive (bentuk dasarverb) dengan tambahan -ed-en-d-t-n, atau -ne untuk regular verb atau bentuk yang tidak konsisten pada irregular verb. [Baca juga: Regular dan Irregular Verb]
Dengan demikian rumus simple past tense untuk kalimat positif, negatif, dan interogatif adalah sebagai berikut.
Jenis KalimatRumusContoh Simple Past Tense
positif
(+)
S + Verb-2 (past tense)
S + be(was/were)
The teacher came
I was a stamp collector
negatif
(-)
S + did + not + bare infinitive
S + be(was/were) + not
The teacher didn’t come
I wasn’t a stamp collector
interogatif
(?)
Did + S + bare infinitive
be(was/were) + S
Did the teacher come
Was I a stamp collector

Contoh Simple Past Tense

Beberapa contoh simple past tense dengan fungsi-fungsinya adalah sebagai berikut.
FungsiContoh Simple Past Tense
Simple past tense untuk membicarakan aksi yang terjadi dengan durasi waktu tertentu di masa lampau. For (preposition) dapat digunakan untuk menyatakan periode waktu kejadian.Vina and I went to the Ragunan zoo three months ago.
(Saya dan Vina pergi Ragunan tiga bulan lalu.)
Did he come on time yesterday?
(Apakah dia datang tepat waktu kemarin?)
The party started at 10.00 a.m.
(Pesta mulai jam sepuluh pagi.)
Did you sleep enough last night?
(Apa kamu cukup tidur semalam?)
studied civil engineering for almost 4 years.
(Saya belajar teknik sipil selama hampir 4 tahun.)
Simple past tense untuk membicarakan kebiasaan pada masa lampau. When (subordinate conjunction) biasanya digunakan pada situasi ini.I often did exercise in the gym when I lived in Bandung.
(Saya sering berlatih di gym ketika tinggal di Bandung.)
When I was a senior high school student, I always got up at 4 am to study.
(Ketika saya sma, saya selalu bangun jam 4 pagi untuk belajar.)
Untuk menunjukkan bahwa ada aksi berdurasi pendek (simple past tense) yang terjadi ketika suatu aksi berdurasi panjang (past continuous tense) sedang berlangsung.I was reading a journal in the library when someone burped out loud.
(Saya sedang membaca jurnal di perpustakaan ketika seseorang bersendawa keras.)
Untuk menunjukkan bahwa suatu aksi (simple past tense) langsung mengikuti aksi yang telah selesai (past perfect tense).I had already had breakfast when he picked me up.
(Saya telah sarapan ketika dia menjemput.)
Simple past tense digunakan pada if conditional tipe 2.If she studied hard, she would be pass.
(Jika dia belajar keras, dia akan lulus.)
would buy a sport car if I had much money.
(Saya akan membeli mobil sport jika punya uang banyak.)

References:

  1. Simple Past Tense. http://grammar.ccc.commnet.edu/grammar/tenses/simple_past.htm. Accessed on February 21, 2013.
  2. Sequence of Tenses. http://owl.english.purdue.edu/owl/resource/601/01/. Accessed on February 21, 2013.
  3. Verb Tenses. http://faculty.washington.edu/marynell/grammar/verbtenses.html. Accessed on February 21, 2013.
  4. Understanding When, While and During. http://people.rit.edu/kecncp/Courses/Materials/Grammar/When,While,During.doc. Accessed on December 13, 2012.
  5. The Simple Past and the Past Progressive with When and While. http://www.elc.byu.edu/classes/aoyama/grammar4/aoyg4f05/charts/past2.pdf. Accessed on December 13, 2012.

Simple Present Tense

Pengertian Simple Present Tense

Simple present tense adalah suatu bentuk kata kerja untuk menyatakan fakta, kebiasaan, dan kejadian yang terjadi pada saat sekarang ini. Bentuk kata kerja ini paling sering digunakan dalam bahasa Inggris. 

Penjelasan dan Rumus Simple Present Tense

Simple present tense dibentuk dari verb-1 (present tense) atau linking verb “be” (is, am, are). Apa itu verb-1? Verb-1 merupakan bare infinitive dengan tambahan -s atau -es khusus untuk subject berupa singular noun (kata benda tunggal: Tita, book, car) atauthird person singular pronoun (kata ganti orang ketiga tunggal: she, he, it).
Dengan demikian rumus simple present tense untuk kalimat positif, negatif, dan interogatif adalah sebagai berikut.
Jenis KalimatRumusContoh Simple Past Tense
positif
(+)
S +/- auxiliary (do/does) + V-1
S + be(am/is/are)
She likes eating out
The children are naughty.
negatif
(-)
S + aux. verb(do/does) + not + bare infinitive
S + be(am/is/are) + not
She doesn’t like eating out
The children aren’t naughty
interogatif
(?)
Do/Does + S + bare infinitive
Be(am/is/are) + S
Does she like eating out
Are the children naughty

Catatan:

Pada kalimat positif, normalnya auxiliary verb (do/does) tidak digunakan, melainkan hanya digunakan jika perlu untuk memberi penekanan pada keharusan melakukan aksi kata kerja.

Simple Present Tense vs Present Continuous Tense

Aktivitas atau kejadiaan pada simple present tense terjadi pada saat ini (present) namun tidak benar-benar sedang berlangsung seperti present continuous tense. Berikut perbandingannya.
  • Simple present tense: He sleeps without a pillow. (Dia tidur tanpa bantal. ≈ habit)
  • Present continuous tense: He is sleeping without a pillow. (Dia sedang tidur tanpa bantal)

Contoh Simple Present Tense

Beberapa contoh simple present tense dengan fungsi-fungsinya adalah sebagai berikut.
FungsiContoh Simple Present Tense
Simple present tense digunakan padahabitual action (kebiasaan) dengan menggunakan adverb of frequency atau adverb of number.He always consumes low GI rice.
(Dia selalu mengonsumsi beras rendah GI.)
She sends much money to her parents in the village every month.
(Dia mengirimkan banyak uang kepada orangtuanya di desa setiap bulan.)
Factual (kebenaran umum/fakta yang tak terbantahkan)The sun rises from the east and sets in the west.
(Matahari terbit dari ufuk timur dan tenggelam di ufuk barat.)
Water boils at 100 degrees Celcius.
(Air mendidih pada suhu 100 derajat celcius.)
Simple present tense digunakan untuk membuat simple statement yang berlaku general (berlaku kapan saja) maupun tidak general (menggunakanverb be).live in Jakarta.
(Saya tinggal di Jakarta)
She is so beautiful.
(Dia sangat cantik.)
He’s angry.
(Dia marah.) [tidak general: terjadi sekarang]
Simple present tense menggunakanstative verb (non-action verb) untuk menyatakan perasaan (feeling), indera (sense), pikiran (mental state), dan kepemilikan (possession)She loves dancing.
(Dia suka menari.)
see tears in your eyes.
(Saya melihat air mata di matamu.)
We agree with the speaker’s opinion.
(Kami setuju dengan pendapat pembicara tersebut.)
My brother owns a new house.
(Saudaraku memiliki rumah baru.)
Simple present tense digunakan untuk membicarakan rencana atau jadwal di masa depan namun memiliki jangka waktu dekat dengan sekarang. Umumnya membicarakan tentang transportasi atau eventVerbyang biasa digunakan antara lain:arrivecome, & leave.The ship leaves the harbour this night at 7 o’clock.
(Kapal meninggalkan pelabuhan malam ini jam 7.)
He arrives from Osaka at 1 pm.
(Dia tiba dari Osaka jam 1 siang.)
The ceremony starts at nine.
(Upacara dimulai jam sembilan.)
Simple present tense digunakan untuk memberikan instruksi atau serial aksi.You add a glass of coconut milk into a pan and then boil it.
(Kamu tambah segelas santan ke dalam panci lalu rebus.)
You go straight ahead then turn left.
(Kamu jalan lurus ke depan lalu belok kiri.)
Simple present tense digunakan padaif conditional tipe 1.If you meet the naughty boy, your parents will be angry.
(Jika kamu bertemu dengan anak nakal itu, orangtuamu akan marah.)
I will go swimming if I have free time.
(Saya akan pergi berenang jika ada waktu.)

References:

  1. Simple Present Tense. http://grammar.ccc.commnet.edu/grammar/tenses/simple_present.htm. Accessed on February 19, 2012.
  2. The Present Continuous and the Simple Present. http://fog.ccsf.edu/~lfried/grammar/present.html. Accessed on February 19, 2012.
  3. Simple Present Tense. http://www.mit.edu/course/21/21.guide/present.htm. Accessed on February 19, 2012.
  4. The Present Simple Tense. http://esl.fis.edu/grammar/rules/pressimp.htm. Accessed on February 19, 2012.
  5. Simple Present Tense. http://www.stanford.edu/~kenro/Edu208/GrammarUnits/simplepresentUnit.html. Accessed on February 19, 2012.

History

Sejarah Bahasa Inggris Sebagai Bahasa Asing di Indonesia


Bahasa Inggris di Indonesia secara umum diajarkan sebagai bahasa asing. Istilah ‘bahasa asing’ dalam bidang pengajaran bahasa berbeda dengan ‘bahasa kedua’. Bahasa asing adalah bahasa yang yang tidak digunakan sebagai alat komunikasi di negara tertentu di mana bahasa tersebut diajarkan. Sementara bahasa kedua adalah bahasa yang bukan bahasa utama namun menjadi salah satu bahasa yang digunakan secara umum di suatu negara.

Sebagai contoh, bahasa Inggris di Singapura adalah bahasa kedua. Media massa, komunikasi, dan pembicaraan di negara tersebut kerap menggunakan bahasa Inggris.
Sementara Bahasa asing biasanya diajarkan sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah dengan tujuan berkomunikasi dasar serta menguasai 4 skill berbahasa (menyimak, membaca, menulis, berbicara) dalam bahasa tersebut dalam batasan tertentu.
Di Indonesia, kebijakan pengajaran Bahasa Inggris sebagai bahasa asing berubah seiring waktu dan pergantian kebijakan yang kebanyakan dipengaruhi ekonomi dan politik.
Untuk lebih jelasnya, mari kita pelajari sejarah Bahasa Inggris di Indonesia…

Jaman Belanda


Pada masa peperangan dengan Belanda, Bahasa Inggris diajarkan di MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs) yang setara dengan SMP dan AMS (Algemeene Middlebare School) yang setara dengan SMA.
Pada masa ini, selain anak-anak Belanda, hanya orang-orang pribumi tertentu yang mampu dan diijinkan bersekolah di MULO dan AMS. Sebagian besar anak pribumi biasa hanya sekolah hingga tingkat yang setara SD saat sekarang.

Kondisi ini turut mempengaruhi pengajaran Bahasa Inggris.
Dan jangan salah, kondisi sekolah pada jaman Belanda ini konon sangat bagus. Guru-guru mendapat gaji besar, material pengajaran mencukupi, dan sistem pengajaran dan ujian sangat berkualitas. Wajar, karena sebagian besar yang sekolah hanyalah orang-orang berduit, terpandang, atau anak orang Belanda.
Lulusan MULO biasanya mampu berbahasa Inggris dengan sangat baik. Selain itu, mereka juga wajib menguasai bahasa Belanda serta memilih pelajaran bahasa pilihan Prancis atau German, serta bahasa lokal (Jawa/Melayu).

Namun membandingkan kondisi pengajaran di sekolah pada jaman Belanda dan sekarang tidaklah adil, karena saat itu, sekolah bersifat elit dan kemewahan adalah bagian dari elitisitas tersebut.

Jaman Jepang


Pada masa peperangan dengan Jepang, kondisi sebaliknya terjadi. Bahasa Belanda, Inggris, dan bahasa Eropa lainnya dilarang total digunakan di Indonesia. Semua buku yang berbahasa tersebut dimusnahkan dan dibakar. Sedihnya, keputusan pembakaran buku ini berdampak hingga saat ini, di mana sangat sedikit referensi sejarah yang bangsa Indonesia miliki tentang negerinya sendiri.
Sisi lainnya, Jepang merubah secara radikal sistem pendidikan, dari elitis menjadi egalitarian. Semua orang harus sekolah.

Selain itu, bahasa Jepang diajarkan secara intensif dan bahkan ditargetkan menjadi ‘bahasa kedua’ di Indonesia. Ditambah, pada masa Jepang ini lah banyak buku-buku asing yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

Jaman Kemerdekaan


Bahasa Inggris secara resmi diajarkan sebagai bahasa asing di sekolah-sekolah Indonesia seiring dengan keputusan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 1967.
Sejak saat itu, perubahan menteri, kurikulum, keadaan politik, ekonomi dan perkembangan ilmu pendidikan, terus mewarnai perkembangan pengajaran Bahasa Inggris sebagai bahasa asing di Indonesia.
Mulai dari sistem pengajaran di mana siswa diwajibkan menghapal sekian ratus kata dan artinya dalam waktu tertentu, menguasai grammar, lalu berubah ke orientasi bahasa Inggris untuk komunikasi, sampai ke isu pengajaran bahasa Inggris untuk anak-anak saat ini.

Yang perlu menjadi catatan adalah dana trilyunan rupiah yang dikeluarkan untuk menyelenggarakan beragam pelatihan, seminar, peningkatan kualitas guru, perubahan kurikulum, pengadaan fasilitas bahasa semacam laboratorium hingga kamus dan semacamnya. Sebagian dari usaha ini membawa hasil positif, sebagian lainnya tidak jelas.

Mulai dari pendirian model pelatihan ekperimental yang disebut Standard Training Course (STC) di Bukit Tinggi dan Yogyakarta pada tahun 1950an (catatan penting: didanai oleh Ford FOundation), lalu pendirian Perguruan Tinggi Pendidikan Guru di Malang yang lalu berubah menjadi IKIP malang (sekarang Uiversitas Negeri Malang), hingga kontroversi Sekolah Berstandar Internasional saat ini.

Masalahnya adalah, konon sebagian besar dana yang digunakan untuk proyek-proyek pendidikan ini berasal dari pinjaman luar negeri, dan tentu saja, harus dikembalikan.

Beberapa catatan


Pada tahun 1960-an, ada dua kementrian yang mengurusi masalah pendidikan di Indonesia, yaitu Menteri Pendidikan Dasar dan Kebudayaan serta Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan. Celakanya, konon kedua pejabat tersebut saling berbeda pandangan, yang satu cederung kiri yang lain cenderung nasionalis. Dan hal ini turut mempengaruhi perkembangan pendidikan di Indonesia.

Kondisi politik 1960-an di mana faham komunis berjaya, membuat sebagian besar tenaga pengajar asing (khususnya dari negara barat) meninggalkan Indonesia, dan menciptakan kesenjangan proses perkembangan pendidikan.

Kontroversi pengajaran Bahasa Inggris di Sekolah Dasar. Sebagian pihak berpendapat mengajarkan bahasa Inggris pada siswa SD akan sangat bagus bagi perkembangan anak ke depannya. Namun di sisi lain, perbedaan kondisi sosial, ekonomi dan geo-politik daerah-daerah di Indonesia, menciptakan perbedaan kualitas sekolah dan latar belakang siswa, sehingga ada siswa-siswa yang jangankan berbahasa Inggris, bahasa Indonesia dasar saja mereka belum menguasai secara baik.

Bahasa Inggris adalah bisnis yang besar. Jutaan dolar mengalir ke negara produsen material pengajaran Bahasa Inggris (USA, UK, Australia) dalam bentuk pembelian materi audio-visual, buku, sumber daya manusia dan lain-lain.

Bantuan-bantuan dari negara tersebut di atas dalam bentuk proyek pelatihan bahasa Inggris, beasiswa dan sebagainya bukanlah ketulusan. Semakin banyak penguasa bahasa Inggris di negara ini, semakin mudah penyebaran faham dan ideologi mereka. Ditambah, hubungan ekonomi, politik, bisnis, akan lebih gampang jika dilakukan dalam bahasa yang sama.

Masalah utamanya, adalah; Siswa mempelajari bahasa Inggris di Indonesia tanpa tujuan yang jelas. Untuk berkomunikasi? Untuk ke luar negeri? untuk nilai?

Pendapat pribadi


Saya pribadi berpendapat, selain menggiatkan pengajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing, kita juga harus memperbanyak penerjemahan buku-buku asing ke dalam bahasa Indonesia. Kemajuan yang di dapat dari memperbanyak buku terjemahan menurut saya pribadi akan jauh lebih besar dibandingkan dengan pengajaran bahasa Inggris kepada orang Indonesia.
Memperkuat kecintaan terhadap bahasa Indonesia juga perlu dilakukan. Jika para orang asing itu ingin berbisnis di sini, mencari keuntungan di sini, ya usaha dong, belajar bahasa sini. Masa iya kita yang harus bersusah payah belajar bahasa mereka?
Tapi tentu saja, belajar bahasa asing itu tidak akan pernah salah, hanya saja, pertanyakan dulu, untuk apa kita mempelajarinya…

Kamis, 20 Juni 2013

Cara Berbicara Bahasa Inggris Dengan Mudah

Kami mendapatkan materi dasar-dasar speaking dari talkenglish.com dengan tiga buah kategori. Pertama, terdapat dasar-dasar speaking 1 yang akan kami jabarkan dengan singkat dan padat melalui artikel ini. Speaking atau berbicara merupakan sebuah hal yang begitu penting dan sering menjadi tolak ukur apakah seseorang mampu berbahasa dengan baik atau tidak. Memang benar, bahwa ketika teknik berbicara seseorang cukup bagus, maka ia mampu dianggap bisa dan menguasai bahasa inggris dengan baik.

Pertama, Anda memulai speaking atau berbicara dalam bahasa inggris dengan menggunakan I’m atau I am. Hal ini digunakan dalam kombinasi dengan kata lain untuk memberitahu seseorang mengetahui tentang diri Anda atau untuk menggambarkan sesuatu yang Anda lakukan. Dalam konteks berbicara, kita tidak mengucapkan I am (ai em) namun cukup mengucapkan I’m (em). Berikut beberapa contoh dasar penggunaan I’m dalam bahasa Inggris.

I’m tired.
I’m bad.
I’m hungry.
I’m fast.
I’m alone.

Anda juga bisa menambahkan beberapa kata-kata deskriptif seperti sangat, begitu, benar-benar. Serta, kesemuanya dapat dilakukan dengan cara berikut ini. Perlu Anda ketahui, bahwa arti dari very, extremely, super, dan terribly mengungkapkan keseriusan dan penguatan deskripsi terhadap keadaan seseorang.

I'm extremely hungry.
I'm very handsome.
I'm terribly sorry.
I’m super nervous.

Menggunakan in/at/on

Anda menggunakan “in” ketika berada di sebuah ruang, bangunan, dan lokasi fisik lainnya. Beberapa contohnya adalah sebagai berikut.

I’m in a house.
I’m in a car.
I’m in front of the door.

Anda menggunakan “at” untuk memberitahu dimana lokasi Anda saat ini. Berbeda dengan “in”, “at” digunakan untuk menunjukkan lokasi fisik yang bersifat lebih umum. Beberapa contohnya adalah sebagai berikut.

I’m at the mall.
I’m at the airport.
I’m at bank.

Anda menggunakan “on” untuk merujuk pada lokasi non fisik dimana Anda sedang memanfaatkannya.

I’m on the phone.
I’m on a sit.
I’m on a bus.
I’m on a car.

Menggunakan “good at”

Menggunakan ‘good at” merupakan sebuah pemberitahuan kepada seseorang bahwa Anda unggul dalam sesuatu dan nyaman ketika melakukannya. Beberapa contohnya adalah sebagai berikut.

I’m good at math.
I’m good at drawing.
I’m good at football.
I’m good at video games.

Menggunakan “I’m + kata kerja”

Menggunakan “I’m + kata kerja” berarti Anda sedang mengekspresikan sebuah tindakan atau hal mengenai diri Anda yang terjadi saat ini juga. Beberapa contohnya adalah sebagai berikut.

I’m eating too much.
I’m drawing a cartoon.
I’m getting a lot of money.
I’m having a child.

Menggunakan “I’m getting”

Ketika Anda menggunakan “I’m getting” maka itu berarti Anda sedang memperoleh sesuatu, mendapatkan sebuah pengakuan, dan mencapai sebuah hal penting. Beberapa contohnya adalah sebagai berikut.

I’m getting married.
I’m getting sick.
I’m getting older.
I’m getting a new car.

Menggunakan “I’m trying”

Ketika menggunakan “I’m trying” maka Anda memberitahu sseorang bahwa Anda sedang berusaha, mencoba, dan menggunakan segenap kekuatan Anda untuk mencapai sebuah hal penting.

I’m trying to get a new job.
I’m trying to have a house.
I’m trying to approach my client.

Menggunakan “I’m gonna”

Gonna dalam kalimat tertulis tentu saja salah, namun dalam konteks speaking tetap benar. Gonna merupakan kata yang sejatinya merujuk pada Going to dan digunakan untuk memberitahukan rencana Anda di masa depan kepada orang lain. Berikut adalah beberapa contoh penggunaan gonna.

I’m gonna eat a pizza tonight.
I’m gonna climb Semeru next week.
I’m gonna teach mathematics in this class next year.

Masih ada banyak dasar-dasar berbicara atau speaking dalam bahasa inggris dan kesemuanya akan dijelaskan secara satu demi satu melalui kolom atau kategori khusus speaking. Sekian dulu dan selamat mencoba.


source: http://www.youtube.com/watch?v=hfavzJJdjIY


my favorite video


exo - wolf mv